Kain Tenun Ulos yang Punya Beraneka Macam

Budayawan Raya Siregar membeberkan, ulos ada yang dikalungkan, dipakai sebagai syal, dilingkarkan ke badan, dan posisi lain seperti pengikat kepala. Biasanya, ulos yang diselempangkan itu untuk para raja. Motif ulos dapat berbeda-beda, layak kasta dan keturunan. Sementara soal warna, para raja dan ratu awam mengaplikasikan emas dan merah.

Ketika ini, segelintir pemerhati kelestarian ulos sudah berinovasi menghidupkan kembali teknik pewarnaan alam yang diketahui dengan istilah harimontong. Seperti warna biru keungu-unguan, dan kulit pohon jabi-jabi (beringin) untuk warna cokelat.

Akan melainkan yang perlu dikenal, pada dasarnya warna ulos cuma tiga, dan mempunyai makna spiritual bagi Masyarakat Batak.

\\\”Yakni warna Hitam, Putih dan Merah. Ketiga warna ini yaitu ragi kehidupan. Merah artinya keberanian, hitam artinya kepemimpinan dan putih artinya kesucian,\\\” ujar Monang Naipospos, organisator kebiasaan Batak dikutip Tribun Medan.

Dia juga meluruskan kekeliruan pendapat bahwa ulos mempunyai warna yang berbagai. \\\”Di luar ketiga warna ini disebut dengan nama sekka-sekka,\\\” tegasnya.

Bagi Anda yang beratensi menjajal ulos Batak berkualitas tingi dengan harga miring yang dapat ditawar, cobalah menyambangi Desa Lumban Suhi Suhi.

Desa ini sudah diketahui hingga mancanegara sebagai penghasil ulos terbaik. Keranda Jenazah. Satu kain tenun ulos dengan benang awam harganya berkisar antara Rp300-500 ribu. Apabila berbenang sutra, dapat menempuh Rp5 juta.

Letaknya berlokasi di antara pelabuhan Tomok dan Kota Pangururan. Butuh waktu sekitar 40 menit dari desa Tomok atau 20 menit dari Pangururan menempuh lokasi dengan berkendara.

DetikTravel juga merekomendasi pusat oleh-oleh Pasar Tomok. Keranda Jenazah Stainless Steel. Terpenting bagi Anda yang mencari ulos Batak sambil menelisik suvenir khas nuansa Batak jenis tipe aksesoris dan hiasan dengan gorga (ukiran tradisional Batak) sampai miniatur rumah Bolon (rumah adat Batak Toba).

Letaknya berlokasi di Desa Tomok, tidak jauh dari pelabuhan dan web bersejarah makam Raja Sidabutar, yang diyakini sebagai nenek moyang suku Batak.

Ada empat pilihan menuju Samosir. Yang tercepat dari dermaga Ajibata di dekat Kota Parapat. Jaraknya dapat dicapai sekitar 5 jam berkendara dari Kota Medan, dan 30 menit mengaplikasikan perahu atau kapal fery menuju lokasi.

Untuk bermalam, ada banyak pilihan penginapan terdekat seperti hotel, pondokan dan resor. Apabila berharap lantas kembali, sebaiknya jangan terlalu petang supaya perjalanan tidak terhambat.

Leave a Reply