Usaha Tikus Menguntungkan, Kok bisa sih?

Bagi beberapa orang, tikus merupakan binatang yang kumal dan menjijikkan. Tetapi, bagi seorang pemuda di kota Palembang, Sumatera Selatan, binatang itu justru mendatangkan profit. Pun dapat meraup laba jutaan rupiah dengan menghasilkan binatang pengerat itu menjadi pakan reptil bagi burung pemakan daging atau untuk bahan penelitian.

Seperti ditayangkan Konsentrasi Petang Indosiar, Rabu (13/12/2017), di ruangan berukuran 4 x 5 meter ini, seorang pemuda di kota Palembang bernama Pardiansyah mengembangbiakan usaha ternak tikus miliknya. Tikus yang dia budidayakan bukanlah tikus awam yang awam kita jumpai.

Pardiansyah mengaku, usaha ini bermula saat dia kesusahan mencari pakan untuk ular peliharaannya. Dia kemudian membikin sendiri makanan reptil itu dari bahan baku tikus.

Dari sekadar memenuhi keperluan sendiri, Pardiansyah kemudian mulai mengembangkannya menjadi aktivitas usaha yang mendatangkan profit apalagi dari buku yang dia baca. Lihat Jasa Anti Rayap. Pembudidayaannya tidaklah terlalu susah sebab tak butuhkan lahan luas dan tarif besar. Cukup dengan mengamati kebersihan sangkar dan pola makanannya yang pantas.

Supaya kelihatan sehat dan mempunyai ukuran tubuh yang tepat, binatang-binatang imut ini juga diberikan vitamin khusus tiap harinya. Sekarang usaha terus berkembang banyak pelanggan datang dan tentu saja mendatangkan profit. Omzet usahanya dapat menempuh Rp 5 juta perhari.

Dalam memasarkan pakan ternak berbahan baku tikus mencit ini, Pardiansyah memang tidak memasang biaya tinggi, padahal harganya bervariasi antara Rp 7 ribu sampai Rp 50 ribu, tergantung ukuran tikusnya di luar urusan pakan itu. Tikus-tikus miliknya juga kadang dibeli untuk bahan penelitian.

Tayangan hal yang demikian juga menampilkan si tikus dituduh ‘merampok’ warung Ramanna tiap malam, memakan dagangannya, dan menghancurkan sejumlah barang.

Anti Rayap – Adegan penyiksaan hal yang demikian terekam dalam video berdurasi 32 detik yang direkam oleh sahabat Ramanna menerapkan telpon seluler.

Dikala tikus malang itu merintih, Ramanna berulang kali bertanya: “Apakah kau akan memakan tepung gram (atau besan) dan gandum lagi?”.

Sementara sahabat si pemilik warung terdengar ngakak di latar belakang, dan mengatakan video hal yang demikian akan kelihatan baik sekiranya ditambahkan dengan musik.

Video itu kemudian terhenti tanpa mengucapkan nasib hewan pengerat hal yang demikian.

Petugas kesejahteraan binatang dari India, Anthony Rubin, mengatakan rekaman penyiksaan itu betul-betul mengganggu.

Leave a Reply